Langsung ke konten utama

Tradisi Mekotek

Tradisi Mekotek di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung ini digelar dengan tujuan atau sebagai prosesi tolak Bala, melindungi dari serangan penyakit dan memohon keselamatan. Warisan turun temurun dari leluhur warga desa Munggu khususnya umat Hindu, prosesinya selalu rutin dilakukan secara turun-temurun oleh generasi penerusnya atau warga setiap 210 hari sekali. Ini cukup menarik bisa mendongkrak pariwisata Bali dengan berbagai budaya lokal menarik.

Memang banyak tradisi-tradisi unik di pulau Bali bertujuan untuk tolak bala, uniknya lagi tradisi Mekotek ini memakai sarana tongkat yang dipadukan menjadi satu dengan ujung yang mengkerucut menjadi formasi sebuah piramid, suara kayu-kayu yang berbenturan satu sama lainnya sehingga menimbulkan suara tek…tek…tek sehingga dikenal dengan nama Mekotek.

Pada awal tradisi ini digelar, dilakukan oleh warga untuk menyambut kedatangan para prajurit dari pasukan kerajaan Mengwi yang sekarang memiliki peninggalan pura kerajaan dinamakan pura Taman Ayun yang juga sebagai salah satu objek wisata di Bali. Sambutan warga yang dilakukan pada waktu itu karena kemenangan pasukan kerajaan Mengwi atas peperangan melawan kerajaan Blambangan yang berada di pulau Jawa. Dan pada akhirnya tradisi unik Mekotek ini digelar sampai sekarang, dan bisa anda setiap Hari Raya Kuningan.

Tradisi Mekotek di Munggu ini memang memiliki nilai yang sangat sakral, walaupun pada awalnya hanyaberupa  sambutan kegembiraan menyambut kemenangan pasukan kerajaan. Namun menjadi warisan budaya leluhur yang terus digelar. Namun pada jaman kolonial Belanda, pada tahun 1915 pernah terjadi kekhawatiran penjajah akan adanya pembrontakan, karena tradisi yang dikenal dengan nama Gerebeg ini menggukan memungkinkan memunculkan semangat perjuangan rakyat, pihak kolonial khawatir dan kemudian tradisi tersebut dihentikan. Setelah prosesi tersebut tidak digelar lagi, maka terjadilah wabah penyakit, akhirnya tradisi Gerebek ini kembali digelar.


Perayaan Mekotek di Munggu, pada awalnya menggunakan tongkat besi, untuk menghindari agar tidak ada yang terluka, maka pada tahun 1948 digantilah menggunakan tongkat dari kayu Pulet, yang kulitnya telah dikupas dan menjadi halus dengan panjang 2 – 3.5 meter, sedangkan tombak aslinya disimpan di pura Desa setempat. Sebelum prosesi tersebut digelar maka peserta wajib memakai pakaian adat madya dan berkumpul di Pura Dalem Munggu. Dimulai dengan melakukan persembahyangan di Pura Dalem setempat, kemudian mereka melakukan pawai dengan diiringi gamelan Beleganjur menuju sumber mata air di desa Munggu.
Prosesi ini diikuti hampir seluruh warga Munggu terutama kaum pria dengan usia diantara 12 – 60 tahun. Mereka terbagai dalam beberapa kelompok, setiap kelompoknya terdiri sekitar 50 orang, tongkat kayu yang mereka bawa diadu membentuk seperti sebuah piramid. Peserta prosesi Mekotek yang punya keberanian, bisa coba adu nyali naik ke puncak kumpulan kayu tersebut, siap memberi komando atau penyemangat bagi kelompoknya, hal sama dilakukan juga oleh kelompok lainnya. Para komando memberikan perintah untuk menabrak dari kelompok lainnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merawat Wajah dengan Bahan Alami agar Cantik dan Mulus

Merawat wajah dengan bahan alami agar cantik dan mulus perlu dilakukan secara ekstra dengan memilih bahan-bahan berkualitas dan tidak berbahaya. Apalagi jika tipe kulit Anda adalah kulit sensitif, maka Anda perlu lebih berhati-hati dalam memilih berbagai produk kosmetik. Mulai dari pelembab, krim anti-penuaan, serum, exfoliator, hingga pembersih wajah ( facial foam ). Kulit wajah berbeda dengan kulit tubuh kita yang lebih kasar dan lebih kuat. Sebaliknya, kulit wajah bersifat lebih lembut dan sensitif. Oleh sebab itu, saat mencuci wajah, Anda harus memperlakukannya seperti kain sutra yang lembut dan rentan. Gosoklah wajah menggunakan tangan yang bersih secara lembut dengan gerakan melingkar, hindari menggosok secara kasar dan hindari juga menggunakan pembersih wajah seperti sabun muka yang kasar atau mengandung pewangi.  Memberikan terlalu banyak tekanan atau menggosok terlalu kasar dapat menyebabkan kapiler kulit wajah rusak, menyebabkan kulit meregang, dan da...

Manfaat Jeruk Nipis Bagi Kesehatan

Jeruk nipis merupakan sumber antioksidan yang sangat baik, karena dapat melindungi tubuh dengan mencegah atau menghentikan kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, atau bahan kimia yang membahayakan sel-sel. Jika Anda ingin meningkatkan kesehatan atau mempertahankan berat badan, berikut adalah beberapa manfaat menambahkan jeruk nipis dalam air putih yaitu : 1. Meremajakan kulit Jeruk nipis mengandung vitamin C dan flavanoid, yaitu antioksidan yang memperkuat kolagen, sehingga meminum air   jeruk nipis dapat melembabkan dan meremajakan kulit Anda. 2. Memperbaiki pencernaan Jeruk nipis   bersifat asam dan membantu air liur memecah makanan untuk pencernaan yang lebih baik. Selain itu, flavanoid di dalamnya juga merangsang sekresi cairan pencernaan. Jika Anda menderita sembelit, asam buah ini dapat membersihkan sistem sekresi dan merangsang aktivitas usus. Manfaat lainnya, jika Anda sedang berurusan dengan rasa mulas atau asam refluks, min...